Halaman

Sabtu, 17 Februari 2018

Day 16: Yuk ajari anak berinvestasi 😊

Sempat membatin juga sih pas mau coba ngobrolin ini. Terlalu dinikah? Tapi toh yang kita mau jelasin bukan investasi dengan bahasa tingkat tinggi, cukup dengan bahasa sederhana yang bisa dicerna olehnya. Sebelum mencoba menyinggung investasi tentu kami harus menyinggung tabungan dulu. Buat apa dia nabung, jangka pendek dan jangka panjang. Ya karena punya mimpi buat ini itu katanya. Akhirnya kami pelan-pelan masuk, ada loh Dan tabungan yang nilainya bisa bertambah tanpa kita tambah sebenarnya contohnya deposito. (Jangan lupakan masalah riba ya😂).deposito itu nanti kalau uang Zidan sudah terkumpul banyak lalu kita masukkan ke Bank tapi tidak boleh diambil beberapa bulan atau bisa sampai tahunan, nanti setiap bulannya kita dapat bagi hasil karena uang itu oleh banknya dijadikan modal usaha,keuntungannya nanti juga dibagi ke kita. Saat ia keliatan paham, barulah sampai disini, kami bilang deposito itu adalah salah satu investasi. Kami sih jelasin investasi itu menggunakan uang kita untuk memperoleh uang yang lebih banyak lagi tanpa harus bekerja kayak saya yang jualan makanan contohnya. Selain deposito, kami juga memberi contoh emas yang sempat dia liat kami jual pas butuh uang dulu. Kami ceritakan kalau emas itu dulu dibeli cuma dengan harga segini tapi kami jual baru-baru ini dengan harga segini. Bertambah banyak kan? Ya itulah investasi. Mau menceritlan juga masalah reksadana kok kayaknya terlalu cepat. Padahal niatnya sebenarnya ingin mengajak dia ikut reksadana pakai uangnya sendiri hasil dari bantu-bantu saya atau sisa uang jajannya, walau cuma 100 ribu/bulan. Tapi tidak malam ini saja, sudah cukup memgenalkan jenis investasi berupa deposito dan emas dulu malam ini😊😂

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDiCari
#CerdasFinansial

Jumat, 16 Februari 2018

Day 15: mengenalkan ZIS pada anak sejak dini

Di hari ke 15 baru sempat menyinggung inu, padhal salah satu pilar penting dari mengajarkan keuangan pada anak sejak dini. Seperti yang sempat saya singgung, untuk saat ini pengeluaran utama Zidan itu kami ajari langsung dibagi 3, kebutuhan sehari-hari, tabungan, dan infaq/sedekah karna yang wajib mengekuarkan zakatnya masih ortunya. Tapi kami tetap mengajari perbedaan antara Zakat,infak, dan sedekah sih, cuma untuk sekarang kami bilang kewajibannya untuk zakat masih sebatas zakat fitrah. Kami sejauh ini sudah memberi contoh buat ZIS itu disisihkannya di awal bulan, bukan dari sisa-sisa uang bulanan. Berikan sedekah terbaikmu.jangan hanya bersedekah di saat lapang saja, tapi juga saat keadaan lagi sempit😊. Alasan klasik tapi benar lainnya tentu saja mengajarkan bahwa masih banyak orang-orang yang tak seberuntung kita. Lalu tentu saja menyinggung amalan jariyah yang salah satunya adalah sedekah jariyah. Misalnya disini sedang dibangun rumah tahfidz plus masjid, kami ajak dia untuk ikut berinfaq dari sisa uang jajannya😊 sambil mengingatkan kembali tentang sedeqah jariyah. Dan tentu saja mengajarkan bahwa sedekah itu tak melulu soal materi. Mengajari temannya yang belum mengerti pelajaran sementara ia sudah paham, berbagi bekal, membantu orang lain seperti membantu membersihkan rumah orang yang kebanjiran juga termasuk sedeqah😊. Yamg masih jadi PR di nominal sih ini. Masih harus mengajarkan keikhlasan buat berinfaq atau sedekah dengan nominal tinggi menurutnya seperti ketika jumatan di celengan masjid😅

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDiCari
#CerdasFinansial

Kamis, 15 Februari 2018

Day 14: mengajarkan keuangan melalui game

Hari ini sebenarnya lagi tidak ada ide mau ngapain, selalu begitu kalau gak sengaja tidur siang😁. Jadi kepikiran permainan jadul ini. Kalau dulu kita main pakai kertas asli sekarang game monopoli ini bisa di unduh di play store. Sebenarnya ada beberapa prinsip permainan ini yang tidak sesuai sih, kayak sacam pertarun itu kan tidak boleh. Tapi jadi mengajarkan kita ambil baiknya saja. Dulu sempat sih Zidan main ini pakai karton aslinya tapi sekarang kartonnya sudah entah dimana, jadi kami mengunduh saja di play store. Monopoli jni permainan yang betul-betul mengajarkan ananagaimana mengatur uangnya dengan baik agar bisa memonopoli atau menguasai keuangan. Ada pembelian dan penjualan properti, penyewaan, tawar-menawar, bahkan meminjam ke bank jika uang tidak cukup (yang hal ini sebenarnya tidak sesuai dengan prinsip keluarga kami😅), dll. Membutuhkan strategi kita bagaimana mengatur dana yang kita punya. Aslinya kalau bukan bermain virtual bahkan ada uang dan kartu kepelikan properti sendiri. Seruu, saya aja masih suka main😂. Banyak sekali pelajaran yang bisa kita petik sebenarnya dari permainan ini. Bagaimana mengatur cashflow oeuangan kita, keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran, mengajarkan investasi  sekalian, bahwa investasi itu harus dengan perencanaan yang baik. Sementara kami mainnya masih lewat hape sih, jadi zidan belum merasakan benar-benar memegang uangnya. Disini belum tau mau beli dimana soalnya😁.

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDiCari
#CerdasFinansial

Rabu, 14 Februari 2018

Day 13: The most important of all... Mengenalkan konsep rezeki pada anak

Sampai sejauh ini, sudah hari ke 13, saya baru menyadari hal ini belum saya bahas, kalaupun di bahas hanya selewat saja. Bagaimana mengajarkan konsep rezeki pada anak. Darimana, cara dapatnya bagaimana,  bagaimana menghabiskan rezeki yang terbaik menurutNYA.

Zidan bukan anak yang gampang di ceramahi atau suka mendengarkan nasihat panjang lebar. Jadi kami biasanya menyisipkan siraman rohani begini ya saat berada dalam sikon yang sesuai atau saat-saat pillow talk santai sebelum tidur.

Memberi tahukan Zidan bahwa rezeki itu berasal dari Allah tentu sudah sejak lama kami katakan, tapi tentu tetap harus diulang-ulang, apalagi kalau kami sudah ajak buka surah saba ayat 23
"siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi? Katakanlah Allah".
Kalau sudah menyangkut firman Allah, yang katanya Zidan ini bukan quote manusia ya mi, hehe, pasti akan bisa lebih gampang diterima oleh anak. Beli baju baru misalnya, kalau ditanya ini dari mana , dari Allah melalui gaji abi, walau kadang nyeleneh dari malaikat mikail tadi😂. Jadi sekalian kami memahamkan kalau rezeki itu datangnya hanya dari Allah, jadi tak ada tempat meminta selain kepadaNYA. Soalnya ngeri juga sekarang banyak perilaku menjurus syirik seperti mendatangi dukun buat minta pelaris, memelihara tuyul, yang benar-benar tidak bisa diabaikan untuk segera memberi tahu anak tentang ini. Selain cara "mistis" begitu sekalian juga menasihati santai Zidan untuk memperoleh rezeki dengan cara yang halal. Karena godaan itu akan selalu datang dari syaithon bahkan berupa harta melimpah yang diperoleh dengan cara yang kotor. Abinya mencotohkan real yang pernah dialaminya kalau ini😂.

Allah swt juga sudah menjamin rezeki masing-masing mahluk. Dan datanglah pertanyaan itu, "kalau sudah punya rezeki masing-masinng berarti gak usah capek-capek kerja donk, entar dari sananya sudah dikasih sedikit dari Allah, biar kerja keras ya tetap segitu dapatnya. Setelah puyeng-puyeng browsing dan nanya bapak akhirnya kami sama-sama buka Surah An-Najm ayat 39
"Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya".
Jadi rezeki itu juga tetap ditentukan besarnya ikhtiar seseorang. Sekalian sebagai alasan kalau dia bertanya kenapa ada orang kok tidak sholeh tapi rezekinya banyak. Ya karena mereka rajin dan berusaha keras.

Selanjutnya cara mengelola rezeki, seperti yang belum sempat saya bahas juga si ZIS ini, ada hak orang lain dalam rezeki yang kita terima. Qanaah dalam menerima rezeki dariNYA misal ketika tau dagangan emaknya sepi. Jangan terlena akan limpahan rezeki apalagi membuat kita jadi terkena penyakit wahn alias terlalu cinta dunia ketika kami lagi dapat banyak rezeki misalnya. Menjelaskan juga bahwa Allah membenci perilaku mubazir ketika ia lagi pengen makan di luar padahal saya sudah masak banyak. Bagaimana kita harus membelanjakan harta di jalan Allah, jangan sampai malah membuat kerusakan seperti kala ia dikasi waktu bermain handphone dan sangat sedih dan gak terima ketika jam main hpnya sudah habis. Jangan malah menjadi lalai karena rizkiNYA. Daan terakhir, rezeki tak melulu masalah harta dan uang tapi juga teman yang baik, kesehatan, kelancaran dalam belajar juga adalah rezeki tak bernilai dariNYA.

Mungkin sedari tadi ini terdengar teoritis tapi yakinlah menjelaskan kepada Zidan hal ini tak seteoritis itu, kadang sambil main ludo😂 kadang sambil makan, kadang sambil main smackdown ala-ala dan banyak sikon lainnya 😂

=====================
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Selasa, 13 Februari 2018

Day 12: Zidan's today's quote about knowledge

Hari ini emang benar-benar juara capeknya si emak. Pesanan roti gak berhenti-berhenti, disyukuri saja, sepanjang masih mampu, apalagi tetangga yang bantuin malah yang sangat semangat. Jadilah hari ini termasuk hari yang gagal bagi saya membersamai Zidan😢.

Tadi Zidan katanya sempat membaca suatu quotes di salah satu buku, dan lumayan membuat saya tersenyum penuh arti ketika ia meminta penjelasan makna dari quote tersebut. Bunyinya adalah "ilmu adalah harta karun yang bisa dibawa kemana saja".  Saya sampai harus memberi contoh sikon yang gampang ia pahami. Mencoba membayangkan di masa depan, tiba-tiba (naudzubillah) ada musibah seperti kebakaran, perusahaannya bangkrut misalnya, dan tidak ada pagi harta apapun yang bisa kita bawa. Kita masih punya ilmu yang bisa jadi modal kita buat mencari uang. Ikmu disini ilmu apa saja dari yang teoritikal sampai praktikal, dari ilmu hitung menghitung akuntansi sampai ilmu jahit. Dari pemrograman coding misalnya sampai sampai ilmu masak-memasak. Ilmu agama pun juga begitu. Alhamdulillah dia bisa mengerti dan malah saya bisa menemukan binar di matanya. Binar untuk lebih semangat menuntut ilmu. Semoga masih ada hubungannya postingannya dengan tema mengajarkan finansial pada anak sejak dini.

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDiCari
#CerdasFinansial

Senin, 12 Februari 2018

Day 11: Mengajari anak melek finansial dari buku

Malam ini saya semangat sekali sebenarnya, mungkin karena habis berbagi cerita di kelas pertukaran pelajar Bunsay.  Jasi sekarang cerita hari ini bersama Zidan yang ringan-ringan saja.

Selain ngobrol dari hati ke hati, diskusi santai dan tentu yang paling penting jadi contoh nyata bagi Anak bagaimana kita mengelola keuangan, salah satu cara yang menurut saya juga bisa membuat hati anak tersentuh itu yaitu melalui buku. Serial why yang sempat saya singgung kemarin, sangat cocok dibaca anak-anak karena berbentuk komik dan full colour. Cuma karena penulis luar jadi mungkin ada beberapa tips yang tidak cocok buat diaplikasikan di negara kita. Saya sorw tadi sempat utak atik rak buku nyari buku yang berhubungan dengan finansial anak selain serial why dan dapatlah 2 buku ini. Jadi deh saya menyuruh Zidan membaca ulang. Buku-bukunya rekomended semua, dan tentunya sangat menarik dan ramah anak. Sekarang saya lagi inginembeli buku muamalah buat anak, menunggu ada yang dinas luar dulu karena lagi-lagi suka nyesek di ongkir. Katanya bukunya juga sangat rekomended. Buku itu katanya bisa mempengaruhi pemikiran anak jadi mari mencoba membuat anak melek finansial sejak dini melalui buku :)

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDiCari
#CerdasFinansial

Minggu, 11 Februari 2018

Day 10: Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, yay or nay?

Quote klasik yang sudah saya dengar dari jaman saya SD. Dalam hal ibadah dan belajar sih yess. Harus istiqomah, harus rajin, karna kelak akan kita petik hasilnya. Ya tapi sebenarnya gak juga ya kalau ibadah yang kita lakukan ikhlas, lalu belajar kita buat menyenangkan, kenapa harus bersusah-susah :). Nah, dalam hal mengatur keuangan, saya malah termasuk mengajari zidan agak melenceng dari quote tersebut. Jangan terlalu pelit ke diri sendiri. Sepanjang kita sudah mengatur dengan baik pos-pos pengeluaran kita, kita juga berhak menikmati hidup. Misalnya saat weekend begini kita makan diluar. Entah kenapa kadang terbersit, umur siapa yang tahu dan semua orang tentu punya cita-cita bahagia dunia akhirat. Masih jauh sih sebenarnya pengaplikasian ini.mungkin kelak kalau dia sudah berpenghasilan sendiri

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDiCari
#CerdasFinansial