Halaman

Sabtu, 27 Januari 2018

Aliran Rasa; Semua Anak adalah Bintang

Semua anak adalah Bintang...
Semua anak adalah Bintang...
Semua anak adalah Bintang...

Dari dulu sampai kedepannya menjadi semacam mantra yang selalu terapalkan dihati jika sekeliling sudah mulai membanding-bandingkan si A, si B, atau si C.
Yakinlah semua anak adalah bintang
Dengan pancaran sinarnya masing-masing...
Mungkin tak seterang sirius, tapi memiliki keindahan sendiri seperti alpha centaury atau rigel...
Mari menikmati cahaya bintang kita masing-masing, dan mungkin juga mengagumi bintang-bintang lainnya tanpa membuat mendung dan meredupkan cahayanya. Mari menjadi orang tua yang semakin membuat Bintang itu makin berpijar indah di ranahnya masing-masing :)

Minggu, 21 Januari 2018

Day 16: Semua anak adalah Bintang

Di hari terakhir ini saya mau membahas satu ranah yang belum sempat saya sentuh. Ranah change factor.

Saya mungkin terkesan pamer,, atau too good too be true kalau bilang Zidan dalam beberapa kesempatan Zidan sudah bisa jadi agen of change bagi beberapa temannya. Seperti temannya yang tetangga disini. Berkali-kali kesempatan saya memdengarkan nasihat yang dia berikan seperti "kamu itu harus sholat, neraka surga itu benar-benar ada" atau "kalau ada temen ngajak berantem biarin aja,  kalau kamu peduliin kamu gak lebih jelek dari dia" ya swear kata-kata itu keluar dari mulut anak 9 tahun ini. Tak hanya sekedar kata-kata ketika saya liat dia mengajari temannya wudhu, sholat, sampai ibu si anak bertanya ke saya beli dimana poster wudhu atau bacaan dan gerakan sholat karena anaknya mau belajar. Dan sekarang, sudah jadi pemandangan biasa letika saya lihat akhirnya dia sering sholat berjamaah bersama temannya. Tapi tak bisa saya nafikkan ada juga dia terpengaruh sih hal-hal jelek dari lingkungannya seperti main game di handphone, atau iri melihat temannya punya social media. Semoga semakin hari dia semakin bisa menyaring pengaruh buruk yang dia dapatkan dari lingkungannya. Dia bisa jadi the real agen of change yang membuat teman-temannya malah menjadi lebih baik.

=====================
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Sabtu, 20 Januari 2018

Day 15: Semua Anak adalah Bintang

Subhanallah saya nyaris lupa posting hari ini, dihari ke 15😂. Keasyikan ngumpul,  ngobrol, sampai tengah malam, baru nyadar pas mau tidur🙈. Hari ini ceritanya saya ketemu anak baru sejawat suami yang ternyataa 1 kampung halaman, setelah ngobrol, lah ternyata malah ponakan yang lumayan dekat hubungannya. Di kantor suami sampai jam 4 sore, habis itu pulang kerumah saya ketiduran. Bangun-bangun sudah pukul 5.30 sore, saya jadi ingat janji sama si ponakan yang baru ketemu ngajak dia makan malam di Rumah. Ngebutlah saya ke pasar. Langsung masak-masak buru-buru. Alhamdulillah kepiting saos tiram, serta lontong kari ayam siap disajikan sebagai dinner. Yang tidak saya antisipasi ternyata tamunya jauh lebih banyak dari perkiraan. Ludes semuanya sampai Zidan aja akhirnya makan telur rebus sama lontong seuprit, karena nasi pun sudah habis😂. Tapi yang mau saya tekankan justru binar bahagia di matanya itu. Jangan tanya keikhlasannya makan telur rebus, sangat-sangat ikhlas karena dia tau sajiannya habis buat tamu.

Ya, Zidan ini senang banget kalau kita bilang bakal ada gathering di rumah. Apalagi kalau tamunya dia sebut om-om berumur 20an yang ngumpul-ngumpul. Entahlah Zidan cepat banget akrab walau baru kenal. Pasti langsung jadi pusat perhatian, ntahlah dia dengan pedenya menunjukkan atraksi sulap karetnya, tebak-tebakan angkanya, dsb. Tadi diapun dengan ngekek pasasuk rumah tumben mengakui. "Zidan terkenal diluar mi" maksudnya di ruang tamu sana teras tempat mereka berkumpul. Saat saya masak-masak pun dia bisa tiba-toba jadi manis membantu, disuruh apa aja. Ataupun cukup dengan tidak merecoki saat saya memasak buat tamu. Andai saya bisa upload gambar, saya beberapa kali mengambil candid gambarnya ngobrol asyik dengan para sejawat abinya itu. Seakan-akan tak ada gap umur yang jauh antara mereka😂. Kalau tidak dipaksa buat segera tidur dia pun akan ikut begadang. Tapi sebenarnya siapaun tamunya. Zidan tetap selalu berbinar-binar sih kalau kami bilang dirumah akan ada acara ngumpul-ngumpul. Semoga kelak akan selalu begitu, karena silaturrahmi itu adalah salah satu ibadah yang mulia dan paling indah yang mempunyai banyak sekali manfaat bahkan langsung ditulis dalam salah satu firmanNYA juga sabda Rasululllah. 😊

Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (Q.S An-Nisaa' : 1)

Menurut Rasulullah SAW, Allah SWT akan melapangkan rezeki orang yang suka menyambung tali silaturahmi. Allah juga akan memanjangkan umur kepadanya. Dalam sabdanya :‏

“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.” (H.R Bukhari)

Dalam hadits Abu Hurairah, sabda Rasulullah yang lain:

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah bersilaturahmi"

(Muttafaqun 'alaihi)

=====================
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Jumat, 19 Januari 2018

Day 14: Semua Anak adalah Bintang

Setelah 2 hari izin sakit, Zidan sekolah kembali hari ini. Dan pulangnya membawa PR matematika banyak banget😔. Oh sistem pendidikan. Jadi kami sempat nyicil ngerjain saat sore beberapa soal lalu anaknya main di luar. Ba'da maghrib baru deh fokus keeja PR lagi. Mana bapaknya yang lebih jago matematika lembur, jadinya saya yang mendampingi. Soalnya sih menurut dia gampang, tapi yang bikin gemas memang kuantitas soalnya, itu saja padahal sudah lumayan susah bagi saya dengan ukuran anak kelas 4 SD. Menghitung sisi, luas dan keliling beberapa bangun datar dengan model soal yang kompleks. Karena itu setelah selesai, saya yang biasanya langsung mengajak English Conversation atau baca-baca buku dan diskusi ringan, mengskip kegiatan itu. Alih-alih malah kami nyalain laptop dan membuka video-video jaman Zidan dari bayi sampai balita. Kebanyakan bikin kami berdua ngakak panjang, kadang ada juga yang bikin terharu. Disini saya bisa menyelipkan nasihat yang dia terima dengan lapang biasanya. Seperti, wah Zidan saat itu masih manis banget ya, belom tau membantah, penurut sama ortu. Dan dia langsung meluk dan cium umminya deh sambil ngucapin maaf.

=====================
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Kamis, 18 Januari 2018

Day 13: Semua Anak adalah Bintang

Alhamdulillah Zidan sudah baikan, ternyata anaknya kena flu berat. Tadi pagi sudah mau sekolah tapi kami masih suruh istirahat dulu, soalnya hari ini ada pelajaran olahraga sama pramuka.

Di rumah, kami ngisi waktu luangnya semacam main pancasila lima dasar, yang berlomba duluan menyebut nama benda, hewan, buah,negara, kota, sesuai abjad yang ditentukan. Zidan suka banget nih permainan ini, tapi bukan zidan namanya kalau tidak jahil, seperti saat tidak bisa mendapatkan nama benda berawalan huruf i, dia jadi asal dengan ngomong "iih jam, ii...tu lemari"😂 atau saat nebak nama artis berawalan G, karena saya sudah jawab gita gutawa dan dia sudah tidak bisa dapat lagi dia asal saja ngomong gita-gitata😂😂.

Setelah itu saya sempat meminta dia membantu saya fotoin makanan, semacam memegang reflektornya, mengambil komposisi yang tepat, dan saya bisa liat dia kurang tertarik, entah hanya kurang tertarik pada food photography atau memang pada dunia fotografi. Biarlah dia memilih sendiri hobinya, lagi-lagi kami selaku ortu akan mendukung dan menghargai apapun pilihannya, sepanjang tidak melanggar norma yang ada :)

=====================
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Rabu, 17 Januari 2018

Day 12: Semua Anak adalah Bintang

Hari ini nyaris tak ada yang bisa di ceritakan. Zidan demam, sudah terlihat sejak semalam lesunya, tapi saya baru ngeh saat bangun shubuh dan mau membangunkan dia ternyata badannya sudah panas banget. Jadilah izin dulu sekolah, alhamdulillah abinya siang ini sudah datang. Jadilah seharian akhirnya dibolehin nonton tv atau main game di hp kadang sambil tidur-tiduran. Cerita soal game, zidan ini suka game-game memanage atau membangun sesuatu seperti minicraft. Kalau saya liat kok ngebosenin ya tapi dia kalau tak diingatkan jam main hpnya pasti akan lupa waktu. Saya jadi ingat lagi deh. Walau anak ini tidak suka pelajaran gambar,lukis atau mewarnai, tapi dia hobi menggambar tidak jelas yang penuh imajinasi. Semua portfolio tentang utu masih saya simpan. Gambar yang jauh dari kata "bagus" mungkin bagi orang-orang dan kami juga sih tapi di baliknya bisa punya cerita yang panjang dan menakjubkan😂. Rumah dengan kebun cabe di lantai dualah, garasi melayang, atau bahkan gambar berisi aneka robot dengan karakter masing-masing. Sekarang baru sih saya merasa bersalah karena dulu belom banyak tahu ilmu parenting jadi suka mematikan imajinasinya dengan ngomong, apa sih gak jelas banget, sambil ketawa. Ah maafkan ummi ya nak... Semenjak disini memang saya liat sudah jarang banget dia menggambar seperti itu lagi. Besok saya mau coba pancing ah, sekalian menebus kesalahan masa lalu dengan memberikan compliment yang dulu tak sempat saya berikan.

=====================
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Selasa, 16 Januari 2018

Day 11: Semua Anak adalah Bintang

Hari ini saya mau menyinggung ranah hubungan interpersonal. Bagaimana hubungan Zidan dengan teman-teman dan lingkungan sekitarnya. Dan ini mungkin akan menjadi postingan yang panjang. Dulu kami sempat kuatir banget dengan kemampuan sosialisasi Zidan, bukan apa-apa sejak dia lahir terhitung sudah 6 kali kami pindah lintas pulau lintas provinsi, artinya sudah 7 kali Zidan tumbuh di lingkungan yang berbeda-beda dalam rentang 9 tahun usianya saat ini.  Kami sempat takut akan berefek ke psikologisnya. Dan memang terlihat sih, di akhir-akhir kami akan meninggalkan suatu daerah, dia sudah mulai terlihat mellow, malas bergaul, gak mau main dengan teman-temannya, apalagi kalau furniture sudah mulai di jual 1 demi 1. Di awal-awal menempati daerah baru pun begitu. Dia masih terlihat jetlag, suka sedih dan melamun. Tapi alhamdulillah tak butuh waktu lama buat dia beradaptasi. Bahkan ada beberapa daerah yang awalnya dia malah yang terlihat mempromosikan dirinya buat diajak main, entah dengan cara naik sepeda bolak balik depan tetangga baru, atau membawa mainan yang lumayan menarik di dekat-dekat anak-anak yang lagi bermain. Ya dia memang malu sepertinya memulai menyapa duluan, tapi dia mencoba menarik perhatian teman-teman barunya untuk menyapanya. Dan memang tak butuh waktu lama buat dia akhirnya bisa membaur bersama teman-teman barunya. Bahkan di sini, awalnya saat kami tinggal, tak ada anak-anak yang keluar bermain di halaman rumah kopel petakan ini, tapi semenjak ada Zidan, lambat laun mulailah kembali mereka bermain aneka permainan tradisional dan olahraga seperti main bola,main kasti, lomba lari, dll (dulu konon kata tetangga hangat begini juga, tapi sempat lama terhenti karena ada sesuatu,hehe). Kami berharap sih, akan terus begini, karena kerjaan Bapaknya memang akan selalu pindah-pindah. Tapi tetap kami amati dulu efeknya setiap pindahan tersebut kelak.

Karakter Zidan di luaran bagaimana? Well, anak ini sifatnya rawan dibully sih, meski dia ceplas ceplos banget, bawel mengomentari sesuatu, tukang protes, tapi dia terlalu sabar saat di tindas, melawannya hanya pakai kata-kata, itupun terlalu retoris jika sudah ditindas fisik oleh anak-anak "luar biasa" di lingkungannya. "Kamu gak boleh begitu, dosa" atau "kamu jangan gitukan saya" tanpa melakukan perlawanan fisik berupa pertahanan. Ini masih terus kami nasihati sih, setidaknya kalau dia di intimidasi secara fisik, kalau dia tidak bisa melawan tunjukkan pada orang yang bisa menengahi kalau dia ditindas, seperti guru saat di sekolah,rumah tahfidz atau tempat taekwondo, dan orang tua saat di lingkungan rumah. Alhamdulillah menurut orang-orang yang pernah bergaul lama dengannya selalu berkata he is a lovely child, perhatian, gak pelit, plus celetukan ceplas ceplosnya yang kadang memang bikin jlebb tapi bener, dan itu ngangenin kata mereka. Meski ini kadang jadi terasa menabrak sisi sopan santun dan adab bergaul sih. Ini juga jadi catatan kami. Bayangkan saat dia bertanya ke omnya (sepupu saya yang dulu di suatu daerah,selalu datang ke rumah kami saat weekend) "om kenapa tiap sabtu minggu selalu datang? Jadi susah deh jalan-jalan." Atau teman saya yang kebetulan nginap sementara di rumah, dia bilang "tante kapan pulang, Zidan sudah kangen kamarnya,sempit tidur di kamar ummi terus." Atau baru-baru ini ada tetangga ibu-ibu nanya ada yang manis-maniskah dirumah, maksud si ibu minta kue karena saya sering bikin, dan Zidan tahu jelas maksudnya, tapi dia denga ekspresi datarnya menjawab "ada, gula, mau?" Ini ibu-ibu loh, duuh kadang kami jadi malu sendiri. Ngangenin bagi mereka tapi benar-benar jadi catatan penting buat kami. Alhamdulillah sudah 7 kota dan tak pernah sekalipun sih kami mendengar atau mendapat laporan anak ini bermasalah dengan temannya atau lingkungannya. Paling kenakalan khas anak-anak, seperti mentuhkan pot bunga orang tak sengaja saat lagi main bola, menasihati anak orang dengan polos sampai si anak nangis seperti mengingatkannya masuk neraka kalau tidak sholat. Semoga akan tetap seperti ini. Catatan-catatan kecil tadi akan kami garis bawahi dan perbaiki sampai kelak dia benar-benar tumbuh jadi pemuda sholeh, berakhlak mulia yang bisa menjadi cahaya bagi lingkungan sekitarnya, aamiin. 

=====================
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga