Halaman

Rabu, 23 Agustus 2017

Family Project Day#2

Nama Project : Percobaan ilmiah (Rahasia kekuatan kulit telur)
Alat dan Bahan: 2 butir telur mentah,plester,gunting,beberapa buah buku.
Pelaksanaan: pecahkan 2 butir telur,maka akan mendapatkan 4 potongan kulit telur,bersihkan dalamnya,lalu lilitkan plester di tengah-tengah setiap paruhan kulit telur. Agar telur berdasar tepi lurus, rapikan bagian tepi telur dengan gunting. Lalu susun keempat telur itu menjadi persegi. Di atas keempat kulitvtelur itu, letakkan buku pertama,lalu buku ke dua di atas buku pertama. Dan, lanjutkan buku lainnya sampai kulit telur pecah. Lakukanlah dengan hati-hati.

Fakta yang bisa didapatkan adalah kulit telur dapat kenahan beban yang cukup besar. Rahasianya terdapat pada bentuknya. Dalam percobaan ini, berat buku dibagikan secara merata di antara ke empat potongan kulit telur. Berat itu diteruskan sepanjang lengkungan kulit telur sampai le dasarnya yang berbentuk persegi.

*Video menyusul, masih bingung cara masukin video ke postingan blog😭 dan mau masukin foto kok tulisannya format tidak didukung😭

Selasa, 22 Agustus 2017

Family Project Day #1

Bismillahirrahmanirrahiim...

Butuh 2 bulan vakum bagi saya sampai akhirnya membulatkan tekad untuk tak gugur sebelum bertanding di kelas Bunsay ini, dimulai datangnya Bumer, sampai mudik yang lama dan terus berada dalam comfort zone yang jauh dari ideal sepulang mudik.

Jadi apa family project pilihan saya, yang utama, membenahi satu demi satu family project terdahulu yang kacau balau selama 2 bulan belakangan ini, terutama hafalan Alqur'an anak

Nama project: Muroja'ah hafalan

Gagasan: selama 2 bulanan ini nyaris anak kami zaidan tak pernah muroja'ah hafalannya sehingga  membuat kami semua termasuk dia kaget sendiri karena banyaknya hafalan yang hilang jadi kami fokus dulu membenahi ini.

Pelaksanaan:

Kami akhirnya memangkas 2 jam waktu yang selama ini dia pakai bermain di luar rumah buat murojaah (well sebenarnya kebablasan juga sih semenjak pindah kesini kami jadi mengikuti ritme bermain anakw sini yang bjsa dibilang sepanjang sore sampai malam, hanya dijedai waktu sholat). Jadi 3 jam sehari termasuk 1 jam setelah sholat Subuh.

Durasi: kami memasang target seminggu sampai akhirnya Zaidan bisa menghafal kembali semua hafalannya selama ini. Terhitung dari tanggal 22 Agustus sampai 29 Agustus 2017

Penanggung jawab : Ummi

Sabtu, 25 Maret 2017

NHW#9 *BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN*

welcome to the nineth NHW. Kelihatan simple tetapi bermakna dalam jika sudah memulai mengerjakannya ;)

EMPATI = PASSION = SOCIAL VENTURE


MINAT,HOBI, KETERTARIKAN
SKILL,HARD,SOFT
ISU SOSIAL
MASYARAKAT
IDE SOSIAL
- teaching







- baking/cooking






- organizing

- kemampuan mengajar sesuai bacground pendidikan




- kemampuan membuat makanan, kue, dan kudapan sehat


- hobi menyusun planning



-    minat anak buat belajar dan membaca




-    minimnya makanan dan kudapan non msg dan bahan tambahan pangan lainnya

-    anak daerah terpencil sebenarnya memiliki keinginan kuat buat bisa



anak-anak dan remaja






semua lapisan masyarakat khususnya ibu-ibu
-         membuat/mengajar kursus bahasa inggris gratis

-         membuka rumah baca sederhana


-         memotivasi masyarakat untuk mengurangi penggunaan bahan tambahan pangan juga MSG

-         menjual masakan dan kudapan sehat (tanpa MSG,pengawet,dll)



 

Jumat, 17 Maret 2017

NHW#8 MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Masya Allah sudah memasuki NHW#8 berarti sudah kurang lebih 2 bulan menjalani proses matrikulasi yang tiap minggunya selalu saja ada sesuatu yang membuat saya jleb dan kembali harus fokus pada tujuan hidup,hehe. Jadi NHW kali ini adalaah, jengjeng 😀, makin syukaa...

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

Boleh lebih dari satu kan ya pliss,hehe. Insya Allah belajar mengatur waktunya dengan baik. Mengajar dan memasak, belum kehitung bagian suka coret2 diarinya alias nulis.
Mengajar dan berinteraksi dengan siswa dapat merecharge energi saya, mengobati kegalauan jika ada, dan tentu saja jadi salah satu sumber keceriaan saya. Memasak dan membuat kue juga begitu, bereksperimen di dapur itu sungguh membahagiakan hidup saya😊.

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :

1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
Ini dengan cakupan yang luas atau sesuai poin a? Kalau luas tentu saja saya ingin menjadi ibu yang sukses menjadikan anak saya anak yang sholeh dan bermanfaat buat agama dan negara kelak, saya ingin jadi anak yang berbakti dan membahagiakan kedua orang tua saya, dan jadi istri sholehah bagi suami saya, juga manusia bermanfaat buat lingkungan dan banyak orang tapi  tentunya tetap selalu bahagia dengan semua peran itu. Kalau dalam cakupan khusus ke poin a, saya ingin selalu menjadi guru yang selalu dikenang baik bukan hanya bagi anak saya tapi buat banyak anak-anak indonesia, berbagi ilmu dan membuat mereka paham akan sesuatu yang kita ajarkan itu priceless. Berkaitan dengan masak memasak, saya ingin terus menjalani bisnis kuliner yang mulai saya rintis, mengembangkannya dan menciptakan lapangan kerja bagi lingkungan sekitar walau sekarang hanya sebagai kurir tapi semoga suatu saat bisa lebih besar.

2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)

Banyak membaca,banyak belajar, membangun networking, bergabung dengan komunitas-komunitas yang bisa membangun pribadi lebih baik dan sholehah.
Biasanya dikota-kota sebelumnya kurang dari 2 bulan saya sudah bisa mengajar dilembaga-lembaga formal-nonformal ataupun mengajar anak-anak tetangga, tapi di papua sini saya belum menemukan komunitas atau lembaga buat mengaplikasikan ilmu karena sedang fokus pada hal lain yaitu membuka usaha kuliner kecil-kecilan, semoga dalam kurun 6 bulan saya disini sudah bisa menjalani dua aktivitas yang sesuai banget dengan passion saya itu seiring sejalan. Setidaknya bisa membuka rumah baca dan les gratis di rumah kami...aamiin.

3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

Owh, memiliki anak-anak sholeh serta keluarga dan kehidupan bahagia dunia akhirat tentu saja,hehe. Kalau secara spesifik, saya ingin bisnis kuliner yang baru saya bangun lebih besar dan maju, rumah baca dan kursus kecil-kecilan seperti di poin 2 tadi, tetap terlibat aktivitas-aktivitas sosial yang mengantarkan saya menjadi insan yang bermanfaat buat banyak orang. Karena kerjaan suami yang selalu pindah-pindah setidaknya saya inginselalu dikenang baik di daerah manapun kami ditempatkan.

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Menjadi pribadi sholehah, berakhlakul karimah dan selalu istiqomah dijalanNYA, bermanfaat bagi keluarga dan banyak orang. Mengantarkan anak-anak menjadi pribadi yang sholeh dan sukses, memiliki keluarga bahagia dan tidak pernah menyusahkan atau jadi beban buat orang lain bahkan anak-anak di masa tua. Mempunyai passive income di masa tua. (boleh bermimpi kan?)

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)

- anak2 yang sudah memperlihatkan minat dan bakat yang terlihat jelas serta sholeh
- terlibat dalam berbagai aktivitas sosial yang berkaitan dengan pendidikan
-Memiliki rumah baca dan les bahasa inggris
- bisnis kuliner yang stabil
- membuat kost-kostan atau membeli sawah,dab

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

- Mengumrohkan orang tua
- Membuka tabungan haji (hiks belum mulai😥)
- Mengembangkan bisnis kuliner yang baru 2 minggu ini dimulai
- Mengajar anak-anak lain selain anak sendiri, walaupun belum di rumah sendiri
- Bisa menjahit
- Memiliki pot-pot tanaman dan halaman seuprit kami menghijau ( bisa detail seperti ini kan yah😂 )

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Salam Ibu Profesional

Jumat, 10 Maret 2017

NHW#7 Tahapan Menuju Bunda Produktif



Minggu ini antara excited dan sedih, excited karena akhirnya memulai bisnis yang sesuai dengan hobi, dan sedih karena manajemen waktuya masih awut-awutan sampai tidak bisa menyimak grup matrikulasi yang minggu ini notifikasinya selalu rame. akhirnya baru bisa membaca tugas NHW tadi pagi, dan langsung excited kembali, hehe, labil banget. apalagi setelah mengisi quisioner di temubakat.com dan membaca hasilnya dan langsung berucap, ini gue banget.




Seperti yang pernah saya tuliskan di NHW#4 peran yang ingin saya ambil waktu itu adalah educator, motivator dan inisator/creator dan itu ada di potensi kekuatan saya berdasarkan hasil quisioner di atas tadi. Alhamdulillah berarti sudah sesuai. Kendalanya, saya masih keteteran di manajemen waktu, semoga kedepannya, saya bisa lebih disiplin dan komitmen terhadap jadwal harian yang sudah dibuat, sehingga peran tersebut benar-benar bisa dijalani dengan baik. aamiin.


QUADRAN AKTIVITAS



SUKA
TIDAK SUKA
BISA
-          COOKING/BAKING
-          MENGAJAR DAN BERINTERAKSI DENGAN SISWA
-          MERAPIKAN RUMAH
-          MEMPELAJARI HAL-HAL BARU

-          MENYETRIKAAA, hihi
-          mencuci baju manual
-          berpura-pura senang pada orang yang sebenarnya gak disukai
TIDAK BISA
-          BERCOCOK TANAM
-          MENJAHIT ( akan kursus segera, hihi)
-          TRAVELLING ( suami sibuk plus gak begitu suka L )
-          food fotography
-          MENGGAMBAR
-          BERDEBAT
-          MULTILEVEL MARKETING

Jumat, 03 Maret 2017

NHW#6 *Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal*

Alhamdulillah, sudah memasuki pekan ke-6 matrikulasi IIP. Materinya semakin menarik, semakin keren, dan tentunya makin banyak juga yang membuat saya sebagai seorang Ibu merasa “jlebb”, hal-hal sederhana, bahkan sudah beberapa kali membaca ilmu tersebut sebelumnya tapi masih juga melalaikannya. Salah satu kalimat dalam NHW-6 ini pun cukup membuat saya menarik nafas panjang, *_RUTINITAS_*, menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita merasa sibuk, sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri. Saya jadi mengingat Bu Septi yang menempatkan pekerjaan teknis seperti beres-beres dan memasak menjadi prioritas yang tidak begitu penting, dan mendidik anak menjadi prioritas utama. Sungguh berbanding terbalik dengan saya yang masih sangat “mendewakan” pekerjaan-pekerjaan teknis seperti itu. Membuat jadwal harian ini sudah lama banget saya lakukan, ditempel di dinding, sekalian dengan to do list tertentu di hari tersebut, tapi masalah klasiknya yaitu “konsisten”. Ada masa-masa jenuh, malas, yang kadang jadi excuse untuk lalai. Semoga setelah ini saya istiqomah sehingga makin terarah dan makin berubah menuju ke arah yang lebih baik, aamiin.

1.       Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dn 3 aktivitas yang paling tidak penting
penting: -  beribadah
-    belajar selanjutnya mendidik anak
-    mengembangkan bisnis
-     beres-beres rumah (saya sebenarnya mau memasukkan ini ke aktivitas yang tidak penting, tetapi kembali melihat diri saya, yang sampai sakit kepala kalau melihat rumah berantakan)
tidak penting:
 - main medsos dan browsing tidak penting ( jangan ditanya berapa waktu yang saya habiskan untuk aktivitas ini, sangat banyak -_- )
- menyetrika (lain kali setrika yang penting-penting saja

2.       waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
paling banyak dihabiskan untuk pekerjaan teknis seperti memasak, beres-beres, menyetrika,ngepel, dll. Selain itu mantengin medsos aneka rupa. hufft.

3.       Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya agar selaras
Siap. Insyaa Allah

4.       kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu” dan patuhi cut off time (misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)
jujur ini sulit untuk menyatukannya dalam 1 waktu karena 3 aktivitas yang masuk prioritas diatas tidak bisa terjadi dalam rentang waktu yang berurutan, jadi kalaupun harus ada jam kerja, berarti dimulai jam 05.00- 22.00. Sedangkan untuk aktivitas per item, misalnya memasak dan beres-beres, insyaa Allah saya akan berusaha mematuhi cut off time. sambil jalan sebulan ini nanti akan saya pisahkan jam kerja antara aktivitas rutin dan aktivitas dinamis.

5.       Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda
siapp!!! selama ini jujur agenda yang tidak terencana itu adalah ketika mulai melihat HP dan kepo  ke notif-notif yang ada, dan setelah itu habislah banyak waktu disini L ).

6.       Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan.
waktu
aktivitas
Keterangan
04.00 - 05.00

05.00 – 05.30

05.30 – 06.15


06.15 – 06.30

06.30 – 07.00

07.00 – 08.00


08.00 – 08.45

08.45 – 10.00

10.00 – 11.00



11.00 – 12.00


12.00 – 13.00


13.00– 14.00


14.00 – 16.00

16.00 – 17.00


17.00 – 18.15


18.15 – 19.00

19.00 – 22.00



22.00
Sholat Tahajjud + Murojaah hafalan/Tadarrus

Sholat Subuh + Tadarrus

Belajar bahan ajar hari itu


Membuat sarapan

Sarapan bersama

Beres-beres, cuci piring, menyapu, ngepel, menjemur.

Olahraga kecil + mandi + sholat dhuha

Masak

Mengikuti kelas tahfidz 2x seminggu (selebihnya hafalan mandiri)


Jemput anak, aktivitas santai bersama anak, main HP seperlunya

Menyiapkan makan siang bersama, sholat dhuhur, makan siang, cuci piring.

Quality time keluarga lengkap lagi


Belajar bersama + dijedai sholat ashar

Kegiatan praktek (berkebun bersama,
cooking class, eksperimen sains, dll)

Kegiatan santai, mengecek pesanan
+pembukuan, bisa browsing, atau medsos seperlunya
Sholat maghrib + Tadarrus

Makan malam, Sholat Isya, Family time,
 membacakan/ mendongengkan cerita sebelum tidur

Tidur

Minimal sekali seminggu



Termasuk mempersiapkan peralatan untuk kegiatan praktek


Quality time keluarga+giving motivation each other





Jika waktunya memasak buat pesanan, berarti menghafal dialihkan ke waktu malam hari (start 8.30- 12.30)








Ngobrol, Menanyakan yang terjadi di sekolah (hanya murid titipan).










Ibu disambi cuci piring dan beres-beres


Ibu nyetrika dan mengecek bisnis rumahannya sampai selesai, maksimal jam 23.30

7.       Amati selama 1 minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan)

Siappp

Jumat, 24 Februari 2017

NHW#5 BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR

Alhamdulillah memasuki pekan ke-5 matrikulasi, NHW pun semakin menantang saja. Tapi jujur NHW5 ini saya dilanda kebingungan. Desain pembelajaran, secara teori dan praktik sebenarnya sudah pernah saya dapatkan di bangku kuliah. Tapi begitu desain pembelajaran ini harus dibuat untuk diri saya sendiri, saya pun mulai bingung mau mulai darimana dan menulis apa,hehe. Jadi, saya mencari tahu dulu apa sebenarnya desain pembelajaran, desain pembelajaran merupakan suatu rancangan kegiatan pembelajaran yang disusun secara sistematik dan memiliki tujuan utama untuk menjamin kualitas dari kegiatan pembelajaran yang akan berlangsung. Ada banyak model desain pembelajaran yang sudah ada yang bisa kita contoh bahkan kita juga bisa membuat desain pembelajaran yang memang benar-benar ala kita. Satu yang pasti saya ingin proses belajar baik saya ataupun anak-anak itu harus tetap menyenangkan, harusnya tidak membuat rasa tertekan sedikit pun bagi si pembelajar. Proses itupun harus disesuaikan dengan karakteristik si pembelajar. Kebetulan saya dan anak sama-sama tipe visual-kinestetik, hanya saya dominan visual dan anak seimbang. Di tugas NHW kali ini saya akan memakai desain pembelajaran Gerlach dan Ely dengan beberapa penyesuaian. Ada beberapa komponen dalam model pembelajaran ini:
1.       Merumuskan tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran ini adalah target yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran. Walaupun selalu ada stigma bahwa belajar itu adalah proses atau hargai proses belajar dibanding hasilnya. Saya pun setuju dengan hal tersebut, tetapi karena saya adalah orang yang sangat target oriented mempunyai target yang ingin di capai membuat saya makin semangat dalam melakoni suatu proses pembelajaran.
Jadi, tujuan pembelajaran yang ingin saya capai adalah:
Bunda sayang : jadi ibu yang sabar dan bisa mengontrol emosi, menjadi guru homeschooling favorit bagi anak sendiri.
Bunda cekatan : cakap dalam manajemen waktu, finansial, dan rumah tangga.
Bunda produktif : bisa menghasilkan sesuatu dari rumah, bisa menjahit pakaian anggota keluarga.
Bunda sholehah : selalu bisa membawa keluarga makin mendekat pada Allah swt serta berakhlakul karimah, terlibat aktif dalam kegiatan sosial bagi anak-anak pada khususnya dan masyarakat ada umumnya.
2.       Menentukan materi
Materi sebenarnya bisa didapatkan dari mana saja. Seluruh isi alam ini ada banyak hal yang bisa dijadikan sumber bahan ajar. Karena saya ingin mendalami ilmu homeschooling, menjahit, dan pemasaran hasil masakan saya, materi itu paling banyak bisa dapatkan dari internet baik berupa artikel maupun hasil diskusi seminar. Materi menjahit karena saya ikut kursus berarti dari instruktur saya. Sedang, materi marketing selain otodidak memperluas jaringan dan berdiskusi dengan orang-orang yang lebih duluan berkecimpung, juga dari media internet.
3.       Penilaian kemampuan awal
Diistilahkan pretest,  tidak butuh pretest yang formal sebenarnya, Karena memang semuanya dimulai dati titik 0 km, menyesuaikan dengan beberapa hal yang telah dipelajari sebelumnya.
4.       Menentukan strategi

Menurut Gerlach dan Ely, strategi pembelajaran adalah cara yang dipilih untuk menyampaikan metode pembelajaran. Membaca sendiri bahan ajar, latihan langsung terhadap materi yang telah dibaca.Selain langsung mempraktekkan apa yang telah dibaca (tentunya setelah menganalisis kebenaran dan kecocokannya pada kita), juga ada proses mencari sendiri konsep yang diinginkan, proses diskusi 2 arah dengan anggota keluarga, mengembangkan minat atau pasion anak, serta melibatkan keluarga dalam proses pemecahan masalah. Dan tentu saja ada proses observasi dan sharing apakah kita dan anak-anak nyaman dan bahagia terhadap proses pembelajaran yang berlangsung.

5.       Pengelempokan belajar
Tidak memerlukan pengelompokan belajar karena pembelajarnya hanya 1 orang.

6.       Pembagian waktu
Mempelajari ilmu homeschooling maksimal 1 jam ba’da shubuh, pengaplikasiannya pada anak secara formal ba’da dhuhur – jam 2 siang. Pembelajaran yang membutuhkan praktek ba’da ashar. Pemasaran tak mematok waktu khusus, menjahit jadwal saya mulai bulan depan 1jam ba’da maghrib. Sedangkan membuat makanan yang ingin dipasarkan saat malam hari saat anak sudah tidur.

7.       Menentukan ruangan
Kebanyakan di dalam rumah, selebihnya di alam bebas, atau komunitas serta kunjungan ke tempat tertentu (panti asuhan, perpustakaan,dll).

8.       Memilih media
Media cetak seperti buku (parenting book) atau modul (menjahit),  media teknologi komputer (website),  media sosial buat pemasaran. Dan sebenarnya masih banyak lagi ciptan Allah swt di muka bumi ini yang bisa dijadikan media pembelajaran.

9.       Evaluasi hasil belajar
Untuk mengetahui apakah target yang kita inginkan tercapai tentu harus ada evaluasi. Evaluasi menjadi pendidik homeschooling mungkin bisa dilihat dari evaluasi terhadap hasil belajar anak. Sebagai bunda solehah dan bunda sayang, sudah bisa mengontrol emosi dengan baik, berarti penguji dan pemberi nilai disini suami dan anak sendiri J . checklist yang sudah dibuat di NHW#2 sudah 90% terisi dengan baik. Sudah bisa menjahit pakaian sederhana. Sudah mulai memasarkan produk sendiri.

10.   Menganalisis umpan belajar
Hasil dari evaluasi di atas harus dianalisis apakah tujuan pembelajaran sudah tercapai dengan baik atau belum. Jika ada yang belum tercapai maka harus dicari sebab atau kelemahan dari proses yang telah dilakukan.


Alhamdulillah selesai juga NHW minggu ini. Diatas semuanya, tentu pasrahkan semua proses yang telah kita lakukan ini ke Sang maha Pengatur, seperti saya kutip kata-kata abah Ihsan, “jagalah ibadah harian kita karena ibadah harian dan kefuturan kita sangat berbanding lurus dengan kondisi emosional kita”. Sedangkan menurut saya, kondisi emosional berperan sangat penting terhadap proses pembelajaran yang kita lakoni.

Semoga desain pembelajaran ini bisa diaplikasikan dengan baik oleh saya dan tentunya harus konsisten.

Salam Ibu profesional