Secara pribadi, saya sudah lama mendengar aplikasi semacam ini untuk mengikuti semacam webinar atau kelas online, tapi ketika benar-benar mengikutinya saya merasa takjub sendiri. Betapa aplikasi ini membuat kita benar-benar berasa dalam kelas dengan seorang guru berada di depan kelas. Kita juga bisa mengajukan pertanyaan secara online yang langsung dijawab oleh pembawa materi. Dan saya langsung menyesali betapa banyaknya kelas virtual atau webinar di masa lalu yang saya abaikan. Sekarang melalui medsos, saya akan mencatat jadwal virtual class yang dibagikan dan mengikutinya jika waktunya pas. Sungguh terimakasih bagi pembuat aplikasi ini, sehingga kami yang jauh dari ibukota seperti di Papua ini jadi bisa mengikuti live kelas-kelas keren secara online.
Selasa, 10 Juli 2018
Senin, 09 Juli 2018
Day 4: Cookpad; Website penyimpan resep masakan paling komplit
Di hari ke 4 ini, mari kita mereview website paling favorit bagi emak-emak masa kini. Dulu saat belum ada cookpad, biasanya saya akan mencari resep dari website satu ke website lain, sekarang membuka cookpad saja, 1 resep masakan biasanya sudah di setor oleh puluhan bahkan ratusan akun. saya tinggal membandingkan kira-kira resepnmana yang paling rekomended, biasanya dari jumlah recooknya atau dari tampilan fotonya :). Bahkan resep sangat tradisional sekalipun yang belum ada pada website apapun biasanya sudah ada di cookpad. Ini mungkin karena gampangnya membuat dan akhirnya busa menyetor akun di cookpad dibanding membuat website atau blog sendiri. Sekarang sejak ada cookpad, website ini sudah jadi tempat mencari resep nomor 1 yang akan saya kunjungi jika ingin mencoba masakan baru :)
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
Minggu, 08 Juli 2018
Day 3: Ayat; Aplikasi komplit untuk menghafal Qur'an
Saya mengenal aplikasi ini ketika mulai mendapat giliran menyetor hafalan di tempat ta'lim saya. Dan akhirnya searching tips menghafal. Ketemulah dengan rekomendasi Wirda, hafidzah putri Ust Yusuf Mansyur yang merekomendasikan aplikasi ini. Aplikasinya masya Allah, sangat membantu saya menghafal, karena kita bisa mengulang-ulang beberapa kali mau mendengarkan per-ayat atau beberapa ayat sekaligus. Ada juga memorizing testnya. Dan jika kita ingin mentadabburi al Qur'an juga tersedia terjemahan dan tafsir menurut ayat yang ingin kita cari. Ada juga fitur reminder yang bisa jadi semacam alarm untuk mengingatkan kita murojaah hafalan juga menambah hafalan baru. Tersedia juga beberapa audio reciter yang bisa kita pilih sesuai keinginan. Aplikasinya bisa diunduh disini
https://play.google.com/store/apps/details?id=sa.edu.ksu.Ayat&hl=in&referrer=utm_source%3Dgoogle%26utm_medium%3Dorganic%26utm_term%3Dayat+aplikasi&pcampaignid=APPU_1_fh9CW9jEAtP79QOxsqPYCw
Sabtu, 07 Juli 2018
Day 2: Expense Manager, aplikasi kece mengatur finansial keluarga
KoSaya termasuk orang yang disiplin dalam pencatatan keuangan, mulai dari memakai buku tulis, lalu buat aplikasi excel sendiri, sampai akhirnya menggunakan aplikasi siap pakai yang bisa di unduh melalui nternet. Di hari kedua ini saya ingin mereview aplikasi pencatatan keuangan ini. Ada banyak sekali aplikasi seperti ini di playstore, dan pilihan saya jatuh pada expense manager. Saya merasa paling cocok dengan isinya. Mulai dari budgeting, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, hutang dan tabungan, sampai neraca kondisi keuangan kita bisa kita lihat melalui bagan. Walaupun sebenarnya, ini hanya aplikasi pembantu karena biasanya 3 hari sekali saya akan mencatatnya kembali pada aplikasi excel di laptop. Setidaknya melalui hp, akan menggampangkan sekaligus mendisiplinkan saya untuk mencatat saat itu juga transaksi debet atau kredit yang terjadi. Dan saya pun bisa melihat sendiri di akhir bulan bagaimana bagan pembelanjaan kami sebulanan tersebut, apa memang sesuai dengan anggaran atau malah membengkak di beberapa bagian :)
Aplikasinya bisa diunduh di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.expensemanager&hl=en_US&referrer=utm_source%3Dgoogle%26utm_medium%3Dorganic%26utm_term%3Dexpense+manager&pcampaignid=APPU_1_OcFAW8ihGtuy9QPLuroQ
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
Jumat, 06 Juli 2018
Day 1 Tantangan level 12 kelas Bunsay: Keluarga Multimedia; Duolingo, belajar Bahasa Inggris secara menyenangkan
Akhirnya memasuki level terakhir di program kelas Bunda sayang ini. Dan penyajian materi kali ini kembali berbeda dengan materi sebelumnya, karena disajikan secara live melalu virtual classroom langsung disampaikan Bu Septi. Materi kali ini yaitu keluarga multimedia, bagaimana kita sebagai orang tua juga harus bisa memanfaatkan secara positif teknologi yang semakin canggih saat ini. Dan tantangan hariannya adalah peserta diminta mereview 1 aplikasi/website yang bisa memudahkan para ibu dalam proses mendidik anak/memudahkan proses manajemen diri, keluarga, dan komunitas/membuat para ibu jadi produktif/menambah amalan ibu untuk bisa makin bermanfaat bagi banyak orang.
Di hari pertama ini, saking asyiknya mencari aplikasi pembelajaran di playstore, saya sampai melewatkan kandang waktu yang disarankan Bu Septi buat mencari tahu aplikasi atau website sesuai tantangan diatas. Pilihan saya akhirnya jatuh ke aplikasi duolingo di playstore karena melihat kesukaan Zidan pada pelajaran Bahasa inggris. Setelah mengunduh saya dan Zidan langsung mencoba dan langsung jatuh cinta😄. Proses pembelajarannya sangat terstruktur dan dimulai dengan placement test buat mengetahui kemampuan si anak untuk menyesuaikan dengan materi nantinya. Lalu mencakup semua bagian pembwlajaran bahasa, tidak hanya reading dan writing tapi juga listening dan speaking. Sayangnya aplikasi ini hanya sebulan gratis, bulan berikutnya ada charge 60ribu/bulan. Saya sendiri sudah komit nanti akan tetap berlangganan saking jatuh cintanya pada aplikasi ini. Aplikasinya bisa diunduh di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.duolingo&hl=in&referrer=utm_source%3Dgoogle%26utm_medium%3Dorganic%26utm_term%3Daplikasi+duolingo&pcampaignid=APPU_1_bms_W-POL5O4rQHQmKuwDQ
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
Sabtu, 02 Juni 2018
Day 17: Peran Ortu pada Anak usia 11-14 tahun dalam membangkitkan fitrah seksualitas
Usia 11 – 14 tahun
Usia ini sudah masuk tahap pre aqil baligh akhir dan pada usia ini mulailah switch/menukar kedekatan. Lintas gender. Jika anak laki-laki, maka dekatkan pada bundanya. Jika anak perempuan, maka dekatkan pada ayahnya.
Ada sebuah riset yang menunjukkan jika seorang anak perempuan tidak dekat dengan ayahnya pada fase ini maka data menunjukkan anak tersebut 6x lebih rentan akan ditiduri oleh laki-laki lain. Di sebuah artikel parenting, dulu saya juga menemukan hal senada.
Jika tidak dekat dengan ayahnya, maka anak perempuan akan mudah terpikat dengan laki-laki yang menawarkan perhatian dan cinta meski hanya untuk kepuasan dan mengambil keuntungan semata. Logis juga sih.Saat ada laki-laki yang memuji kecantikannya, mungkin ananda gak gampang silau karena ada ayahnya yang lebih sering memujinya. Kalau ada laki-laki yang memberikan hadiah, ananda tak akan gampang klepek-klepek karena ada ayahnya yang lebih dulu mencurahkan perhatian dan memberi hadiah.
Pada fase ini jika anak perempuan harus dekat dengan ayahnya, maka sebaliknya, anak laki-laki harus dekat dengan bundanya. Efek yang sangat mungkin muncul jika tahap ini terlewat, maka anak laki-laki punya potensi lebih besar untuk jadi suami yang kasar, playboy, dan tidak memahami perempuan.
Ada yang tanya, lho kalau ortunya bercerai atau LDR bagaimana? Hadirkan sosok lain sesuai gender yang dibutuhkan.
Misal saat ia tak punya ayah, maka cari laki-laki lain yang bisa menjadi sosok ayah pengganti.
Bisa kakek, atau paman.Sama dengan Rasulullah. Meskipun tak punya ayah dan ibu, tapi Rasulullah tak pernah kehilangan sosok ayah dan ibu. Ada kakek dan pamannya. Ada nenek, bibi dan ibu susunya.
Fase berikutnya setelah 14 tahun bagaimana? Sudah tuntas. Karena jumhur ulama sepakat usia 15 tahun adalah usia aqil baligh. Artinya anak kita sudah “bukan” anak kita lagi. Ia telah menjelma menjadi orang lain yang sepadan dengan kita.
Maka fokus dan bersabarlah mendampingi anak-anak, karena kita hanya punya waktu 14 tahun saja. Saling mengingatkan, saling menguatkan, saling mendoakan ya teman-teman. Semoga Allah mampukan dan bisa mempertanggungjawabkan amanah ini kelak di hari penghitungan.
https://www.muslimahzone.id/fitrah-sexualitas-anak/
Membaca paragraf yang saya bold itu kok jadi sedih ya, berarti saya sisa punya 4 tahun saja membersamai Zidan sampai kelak ia sudah menjadi "bukan anak kami lagi". Sementara masih banyak sekali nilai dan adab yang mesti dibenahi, salah satunya mengenai fitrah seksualitas. Dan di sisa 4 tahun inilah fase Zidan harus lebih didekatkan ke saya sebagai Ibunya menurut teori bagaimana membangkitkan fitrah seksualitas. Semoga kami masih bisa mengejar dan mengisi 4 tahun yang tersisa ini untuk membenahi beberapa hal. Juga tentang Iman yang naik turun, apalagi karena pergaulan. Sampai salah satu impian besar kami sebagai orang tua memiliki anak yang istiqomah dalam menjalankan syariatnya kelak tercapai, aamiin...
#fitrahseksualitas
#learningbyteaching
#bundasayangsesi11
Jumat, 01 Juni 2018
Day 16: lagi-lagi bicara medsos...
Baru-baru ini ada foto seorang anak teman yang dicomot tanpa izin oleh salah satu online shop, tidak tanggung-tanggung, walaupun balita tapi dengan pakaian yamg cukup terbuka. Belum kasus foto anak-anak artis yang juga sering dicomot sana sini bahkan oleh komunitas-komunitas seram seperti pedhofil, gay, dll. Medsos layaknya rumahnya, internet, pasti memiliki sisi plus minus. Bagi saya pribadi menjadi ajang silaturrahmi, bertemu teman lama yang sudah lama tak berkontak, tempat bergabung dengan komunitas-komunitas hebat seperti klub masak, klub nulis, klub foto, dll. Dan juga sebagai tempat menyimpan kenangan. Karena inilah dulu saya sering share foto dan video kegiatan kami. Dulu pun walau tak sering saya sering pamer kemampuan Zidan. Lebih sebagai dokumentasi yang bisa kami lihat suatu saat nanti. Makin kesini, mulai dari menyadari bahaya ain, makin menghindarkan diri dari sifat sombong, dan tentu saja agar foto kami tak dicomot tanpa izin entah alasan penipuan atau buat kaum penyimpangan seksual seperti diatas, naudzubillah, saya akhirnya berusaha sangat mengurangi upload foto di medsos, kalaupun ada, diambil dari jarak jauh atau kondisi agak blur. Begitupun dengan prestasi Zidan, apapun itu, saya berusaha menahan diri untuk tidak menguploadnya di media sosial, ngeri kalau ada komunitas pedofil yang jadi merasa gimana saat membacanya, sounds paranoid, isn'it?😂 Ya tapi begitulah komitmen keluarga kami, kalaupun diupload toh ada mode private yang hanya bisa dilihat oleh saya sendiri. Jadi, kalau kami saja begitu, tentu kami masih melarang besar anak memiliki medsos. Kami sudah pernah kecolongan sekali ini. Zidan punya IG dibuatkan oleh temannya. Selain alasan-alasan diatas, membayangkan anak memiliki medsos sendiri kok masih terdengar mengerikan bagi saya, anak yang tiap hari kita nasehati untuk menundukkan pandangan dan menjaga aurat bisa dengan hebas melihat aurat orang lain melalui medsos, belum lagi jika ia terjerumus pada salah satu grup penyimpangan seksual, naudzubillah mindzalik! Saya masih percaya, penyimpangan seksual itu bisa menular dari pergaulan. Apa Zidan akhirnya malah tidak semakin penasaran? Bisa jadi...lagi-lagi kembali ke orang tua, bagaimana membuat ia bisa mengalihkan ingatan dari sana sepanjang waktu. Sambil terus membentenginya, memberi penguatan pada mentalnya agar bisa kuat atas godaan-godaan ini. Kelak, akan ada waktunya pasti, ia memiliki medsos sendiri, saat ia sudah menyadari sepenuhnya untuk mengambil banyak manfaat dari sana dan menjauhi hal-hal bathil yang bisa ia temukan juga disana.
#fitrahseksualitas
#learningbyteaching
#bundasayangsesi11