Halaman

Sabtu, 18 Februari 2017

NHW#4 🍀MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH 🍀

NHW Matrikulasi Batch#3 minggu ke-4.

📚NICE HOME WORK #4

🍀MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH 🍀

Akhirnya, telat juga mengerjakan PR minggu ini, ada beberapa keriwehan yang sebenarnya sih tak boleh dijadikan excuse buat telat ngerjain NHWnya,  semoga pertama dan terakhir, aamiin. NHW keempat ini saya benar-benar butuh waktu buat merenung lebih dalam, bertanya dengan hati ke diri saya sendiri dan end up benar-benar bercucuran air mata betapa saya telah banyak menyia-nyiakan waktu selama ini (apalagi sejak adanya smartphone dan medsos, walaupun tidak bisa dipungkiri juga banyak hal positif termasuk bisa bergabung dengan IIP ini yang saya dapatkan dari sebuah smartphone) dan bersyukur masih diberi umur dan kesehatan untuk memulai KM 0 saya.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Di NHW-1 saya sempat bingung saking banyaknya hal yang sebenarnya ingin saya pelajari, saya akhirnya menempatkan  ilmu homeschooling di prioritas pertama karena memang hal itu yang urgen dengan sikon keluarga kami saat ini. Setelah mendapat tugas NHW-4 ini saya jadi merenung kembali, saya senang melakukan kegiatan yang sesuai dengan passion saya, sedangkan homeschooling apakah itu sesuai passion saya atau memang adalah kewajiban bagi seorang ibu kan? Apapun yang terjadi, saya memang harus selalu menjadi guru buat anak-anak saya disamping saya memang senang mengajar. Jadi biarlah itu tetap menjadi prioritas pertama saya, tapi saya tetap akan mempelajari hal-hal lain yang bisa membuat saya bahagia juga bermanfaat bagi keluarga dan banyak orang. Jadi yang saya ingin prioritaskan lagi adalah ilmu manajemen waktu, bagaimana saya bisa mengisi waktu saya dengan hal-hal yang bermanfaat tapi tetap membahagiakan diri saya. Semoga, mengajar anak saya dirumah bisa sejalan dengan keinginan saya memperdalam ilmu masak, memulai bisnis (masakan dan printilan rumah/dapur), juga mengikuti kursus jahit. Disamping itu, tetap mengejar salah satu mimpi saya yang lain, mengajar dan memberi semangat buat anak-anak disini buat lebih maju.

b.  Mari kita lihat Nice Homework #2,  sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Jujur, checklist minggu lalu belum sepenuhnya saya patuhi, sholat saya masih beberapa tidak di awal waktu, belum sempat puasa senin-kamis, dll. Tapi ada juga yang membahagiakan, Alhamdulillah minggu ini saya mendapatkan tempat majelis ilmu rutin dan mulai ikut juga, checklist yang berhubungan dengan bunda cekatan juga selalu konsisten,dll. Kadang ada excuse dengan mengatakan dalam hati ahh checklistnya belum sempat saya print dan tempel di dinding, jadi malam ini juga checklist itu akan saya print dan tempel😂

b.Baca dan renungkan kembali  Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang  akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Saya merenung lebih dalam di poin ini, dan sebenarnya ada rasa takut menjadi sombong malah setelah berpikir beberapa hal. Satu hal yang pasti saya ingin menjadi istri dan ibu yang selalu bisa memberi motivasi bagi suami dan anak-anak saya. Selalu ada dan nyambung pada setiap topik yang mereka ingin diskusikan. Disamping itu, dengan pekerjaan suami yang selalu berpindah-pindah, saya ingin bermanfaat di setiap tempat mana saja yang kami singgahi, contohnya membuka rumah baca dan memberi les inggris gratis bagi anak-anak.

Misi Hidup : bermanfaat bagi keluarga khususnya dan orang banyak pada umumnya.
Bidang : Pendidikan Anak
Peran : educator,motivator,insiator

c. Setelah menemukan 3 hal tersebut,  susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

1. Bunda Sayang : Ilmu sabar, ikhlas, dan ilmu agama agar keluarga ini selalu mendekat padaNYA
2. Bunda Cekatan : Manajemen waktu dan rumah tangga. Konsisten pada jadwal harian yang telah dibuat
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar marketing,  baking, mencari peluang bisnis kuliner dan memperluas jaringan di tempat domisili saat ini.
4. Bunda Shaleha : Ilmu komunikasi, agar bisa membaur dimana saja dan akhirnya bisa memberi manfaat bagi orang banyak.

d. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

KM 0 – KM 1 ( 3 bulan pertama ) : sudah konsisten terhadap checklist harian yang telah dibuat, jauh lebih sabar menghadapi anak, sudah mempunya kerangka yang jelas terhadap keinginan mengabdi pada masyarakat khususnya dunia pendidikan anak di daerah ini.
KM 1 - KM 2 ( 3 - 6 bulan pertama ) : sudah mulai kursus jahit, mulai merencanakan salah satu bisnis rumahan, sudah mulai ada bentuk nyata pengabdian pada dunia pendidikan, sambil jalan mempelajari manajemen waktu jika menjalankan semua itu.
KM 2 – KM 3 ( tahun 1 ) : berarti februari 2017, menguasai ilmu bunda cekatan, sudah bisa menjahit, sudah mulai menjalani bisnis rumahan
KM 2 – KM 3 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif, seharusnya bisnis tetap settle,  lingkup pengabdian lebih luas.
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha, rumah tangga terlihat nyata lebih bahagia dan lebih baik, selalu bisa bermanfaat bagi keluarga dan orang banyak

e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Alhamdulillah sudah.

f. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Go...Go... Go...
Bismillahirrahmanirrahiim...
Mari menjadi ibu profesional dan tetap selalu bahagia😊

Salam Ibu Profesional

Sabtu, 11 Februari 2017

NHW#3 MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH

NICE HOMEWORK #3

📚MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH 📚

Hmm, masih juga ngumpulin di detik2 terakhir :( . Memasuki minggu ke 3, materi matrikulasi rasanya makin menyentuh hati terdalam,tsaah. Walaupun mungkin pernah mendengar teorinya sebelumnya atau berpikir tentang hal ini sebelumnya, tapi merenungi hal-hal seperti ini kembali jadi membuat energi menjadi tercharge kembali 100%.

bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

Membuat surat cinta bukan hal yang tidak pernah atau jarang dilakukan antara saya dan suami, walaupun bukan dalam bentuk secarik kertas wangi merah jambu tapi setidaknya ada 2x dalam setahun saya pasti membuatkan surat cinta yang dikirim ke email atau whatsapp suami. Walaupun kami tidak merayakan ulang tahun tapi di setiap ultah suami dan ultah pernikahan, saya tiba-tiba jadi mendadak romantis dan luwes merangkai kata😂 . Suratnya belum saya sampaikan nih, suami masih capek habis dari perjalanan dinas jauh,masih tidur,jadi belum tahu reaksinya deh.

b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

Kami masih diberi amanah 1 orang anak. Zaidan, alhamdulillah dari bayi sampai sekarang bisa dibilang tidak pernah mengalami fase tantrum atau rewel. Tingkat rewel tertinggi hanya ada saat kemarin kami proses pindah ke sini. Zidan juga gampang paham dan cepat menangkap penjelasan walaupun gampang bosan jika mendenarkan penjelasan panjang lebar. Memiliki rasa empati yang sangat tinggi, bahkan cenderung sangat tidak tegaan. Penyayang dan perhatian, tak pernah absen semalam pun memijat umminya lalu diakhiri dengan cipika cipiki saat akan tidur. Berimajinasi tinggi sampai kami ortunya jarang mengerti gambar-gambar atau tulisan yang dibuatnya. Dan anak yang suka menulis, walaupun alurnya masih tidak runut dan terlalu berkhayal kadang-kadang. Menuliskan kelebihan-kelebihan atau potensinyanya membuat hati saya mencelos, betapa beruntungnya saya dititipi Allah SWT amanah sepertinya tapi masih adaa juga sikon saya tidak sabaran menghadapinya😑

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

Supaya tidak subjektif banget, saya sempat bertanya informal ke suami tentang ini, dan ternyata jawabannya sama dengan yang saya pikirkan,hehe. Katanya saya orangnya telaten,tekun, rajin  jika itu memang kemauan saya😂 dengan kata lain saya orang yang berkemauan keras. Saya seorang pemimpi yang menyukai tantangan dan hal baru. Beberapa teman menyebut saya perfeksionis karena rumah bahkan isi kulkas dan lemari-lemari  saya selalu rapi, catatan keuangan ataupun to-do list saya terorganisir, tapi sampai detik ini saya masih menganggap saya jauh dari perfeksionis karena belum bisa me-manage emosi dengan baik, masih sering bete, ngeluh, atau ngomel. Tapi kenapa saya dihadirkan ditengah-tengah keluarga ini, hati kecil saya menjawab, saya dan suami sangaaaat jauh berbeda, sifat, kebiasaan, sikap, bahkan latar belakang keluarga, dan benar-benar saling melengkapi satu sama lain. Semoga masing2 kelebihannya bisa di contoh anak kami dan kami bisa saling menutupi kekurangan satu sama lain, aamiin

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disimi
Setelah menjawab pertanyaan - pertanyaan tersebut di atas, sekarang belajarlah memahami apa sebenarnya "peran spesifik keluarga" anda di muka bumi ini.

Akhir Oktober tahun lalu, saat suami mendapatkan SK pindah tugas ke papua barat, saya sempat syok sesaat, sedih, kenapaestindi ujung timur sana. Tapi setelah beberapa hari merenung, saya menyadari sepertinya ini adalah jawaban dari keluh kesah saya selama ini, yang selalu mengeluh macetnya ibukota, tingginya tingkat polusi, sedikitnya waktu suami berkumpul bersama keluarga. Di samping itu, saya selalu merasa iri disamping kagum melihat teman-teman saya yang tidak hanya bermanfaat di lingkungan keluarga tapi banyak orang, mengikuti kelas inspirasi, membuat rumah belajar gratis dll di pelosok desa.  Disini, walaupun memang kabupatennya sudah mulai sedikit maju, saya pelan-pelan ingin memulai mimpi itu. Memberi semangat, membagi sedikit ilmu yang dimiliki serta inspirasi untuk maju bagi anak-anak asli di sini , dibantu oleh teman-teman saya tentunya nanti. Disini juga akhirnya waktu suami buat keluarga jauh lebih banyak dibanding yang dulu bisa dibilang habis di jalan. Disini, di daerah minoritas dalam hal keyakinan saya ini justru saya mendapatkan komunitas majelis ilmu, mengikuti kelas hafidz, dan malah merasa feel home karena banyaknya pendatang yang berasal dari daerah yang sama dengan kami. Mudah-mudahan makin hari, makin banyak hal-hal yang membuka mata kami, mengapa kami ada disini saat ini yang membawa keberkahan bagi keluarga kami.aamiin...

Mengenai peran spesifik keluarga kami, sampai saat ini kami belum bisa menyebutkannya dengan pasti, kami masih dalam taraf meraba-raba dan mengira-ngira. Tapi semoga kami bisa bermanfaat bagi negara dan ummat, khususnya bagi keluarga besar kami. Semoga suatu hari nanti akan ada jawaban yang membuat kami bisa tersenyum menyadarinya.

Mari bersama-sama membangun peradaban dari rumah 😊

Salam Ibu Profesional

Jumat, 03 Februari 2017

NHW#2: ✅“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”✅📝

Memasuki pekan ke-2 matrikulasi, rasanya materi semakin seru dan menantang, dan semangat buat menjadi seorang ibu yang profesional menjadi lebih terbaharui dan makin berkobar.  Tugas NHW kedua kali ini adalah checklist indikator profesionalisme perempuan. Sebenarnya sudah pernah membuat seperti ini tapi dulu-dulu saya menamakannya resolusi :). Sebagai seorang pemimpi seperti saya, setiap akhir tahun, saya rutin menuliskan refleksi  setahun belakangan dan resolusi tahun depan, tapi menuliskannya sebagai indikator entah kenapa melecut semangat tersendiri juga membawa tanggung jawab tersendiri yang sensasinya berbeda :).

  📚NICE HOME WORK #2📚

Bunda, setelah memahami tahap awal menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Pekan ini kita akan belajar membuat

📝✅“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”✅📝
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu

Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.

Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.
Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri.

Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu:
- SPECIFIK (unik/detil)
- MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- TIMEBOND ( Berikan batas waktu)

A. Sebagai Individu

1. Lebih mendekatkan diri kepada Allah, Swt. Hal pertama dan utama yang ingin saya capai. Ada banyak poin disini,yaitu:

a. Sholat wajib di awal waktu,jangan ditunda-tunda ketika waktu sholat telah tiba
b. Sholat sunah rawatib juga di usahakan tidak bolong-bolong
c. Sholat dhuha setiap hari dan sholat tahajjud minimal 1x seminggu
d. Tilawah minimal setengah juz setiap hari.
e. Menghafal surah-surah pendek dan panjang pelan-pelan.
e. Mengikuti majelis ilmu minimal 1x seminggu
f. Puasa senin kamis, minimal 5 hari dalam sebulan
g. Bersedekah
h. Menjaga lisan dan habluminannas dengan orang lain

2. Rutin belajar minimal 1 jam sehari. Karena saya harus menjadi guru home-schooling bagi putra saya jadi saya dituntut untuk mengetahui ataupun menguasai materi yang diberikan sebelum saya ajarkan dan diskusikan pada anak saya.

3. Mulai kembali berolahraga. Selama 3 minggu disini belum olahraga sama sekali.

4. Mengurangi interaksi dengan internet (medsos, browsing,dll) jika tidak begitu penting.

5. Mulai menjalanakan bisnis kecil-kecilan yang bisa menambah pendapatan keluarga tapj sama sekali tidak menganggu waktu bersama keluarga.

5. Konsisten terhadap schedule harian yang sudah dibuat.

B. Sebagai istri

1. Menjadi istri solehah. Karena kata suami, semua bermuara dari situ saja.

a. Bertutur kata yang santun, lemah lembut,tidak gampang meninggikan suara jika lagi kesel.
b. Ikhlas menerima kerjaan suami yang pindah-pindah dan nyaris lembur setiap hari.
c. Saling mengingatkan, menguatkan dan mendorong untuk semakin mendekat kepada Allah SWT juga menjadi pribadi yang lebih baik

2. Selalu bisa menjadi teman diskusi yang nyambung dan menyenangkan

3. Cekatan dalam manajemen rumah tangga. Pandai dalam membagi waktu yang ada. Misalnya, sudah selesai melakukan pekerjaan rumah tangga saat suami sudah di rumah. Rumah selalu bersih dan rapi ( berhubung saya belum punya bayi atau balita lagi).

4. Cekatan dalam manajemen keuangan rumah tangga. Mencatat dan bisa mengatur cashflow keluarga dengan baik. Bebas utang,menjauhi riba, dan menabung rutin.

C. Sebagai Ibu

1. Lebih sabar, sabar, sabar dan bisa mengontrol emosi juga intonasi suara saat anak melakukan hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita

2. Tidak main HP saat anak ingin bersama. Mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat agar anak bisa melihat contoh nyata. Melakukan eksperimen, cooking class bersama anak ataupun prakarya, minimal sekali sebulan.

3.  selalu mendoakan anak agar menjadi anak sholeh, sukses dan berguna bagi banyak orang.

4. Mempelajari komunikasi yang efektif terhadap anak dan orang lain. Ada sesi one day one story/shirah.

5. Merancang liburan bersama-sama minimal sekali setahun juga menyiapkan beberapa saat waktu buat diskusi ringan atau curhat setiap akan tidur.

Jumat, 27 Januari 2017

NHW#1: ADAB MENUNTUT ILMU


Bergabung dengan komunitas IIP sejak medio 2015, baru di batch #3 ini saya akhirnya bisa ikut program matrikulasinya. Sempat berpikir apakah akan mampu karena dimulai persis ketika kami sekeluarga berpindah domisili dari Bekasi ke Manokwari, Papua Barat. Sesampai disini pun kami langsung disambut jaringan internet yang sedang bermasalah sampai harus selalu ketinggalan diskusi ringan tapi berbobot di grup ini. Alhamdulillah, Internet akhirnya normal persis di detik-detik terakhir pengumpulan NHW. Dan inilah NHW#1 saya. Sungguh suatu prolog yang lumayan panjang ya.

1.       Tentukan satu jurusan ilmu yang anda akan tekuni di Universitas Kehidupan ini  

Pertanyaan yang sempat membuat kegalauan di hati saya. Kenapa sih Cuma satu, hehe. Tahun ini ada begitu banyak hal yang ingin saya pelajari, baik itu berhubungan dengan peran saya sebagai Ibu, Istri, atau secara individual saya sendiri. Menghafal Al-qur’an,  Menjahit, Menulis, belajar marketing karena berniat memulai usaha disini, juga semakin memperdalam ilmu baking, tapi karena ada skala prioritas, akhirnya saya memilih menjadi home-educator alias pendidik bagi anak saya sendiri. Menjadi guru mungkin bukan hal yang baru bagi saya yang memang basic kuliahnya di bidang pendidikan, tetapi ternyata menjadi guru bagi anak sendiri justru saya merasa tantangannya lebih besar dibanding saat saya mengajar di lembaga formal maupun informal.

2.       Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?

Karena tugas suami yang selalu berpindah-pindah, dan sudah menjadi komitmen keluarga kami kalau tak ada LDR diantara kita, anak saya pun harus berpindah-pindah sekolah. Di jenjang sekolah kelas 3 SD saat ini, dia juga sudah 3 kali berpindah sekolah dasar formal. Dan akhirnya melihat beratnya dia menerima kepindahan kami yang terakhir kemarin, kami akhirnya memutuskan buat mengambil jalur home-schooling saat ini. Disamping hal lain seperti susahnya mencari sekolah yang sesuai kriteria dan visi-misi keluarga kami di daerah ini. Semoga ini memang langkah terbaik yang kami ambil, aamiin.

3.       Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

Pertama kali tentu “Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi,walaa haula wala quwwata illa billah”
(dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-NYA, tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan-NYA). Doa yang lazim dibaca saat keluar rumah, tapi langsung terucap ketika kami mengambil keputusan ini. Kedua, ikhlas atas pilihan ini. Dan ternyata saya baru tahu ikhlas ini ada di materi pertama matrikulasi kemarin dan merupakan salah satu adab terhadap diri sendiri dalam menuntut ilmu. Ketiga, mencari dan terus mencari sumber-sumber ilmu. Bertanya ke teman-teman yang sudah memulai home-schooling sejak lama, membaca buku-buku maupun browsing materi dan membaca pengalaman orang-orang sebelumnya, bergabung dengan beberapa komunitas HS. Walaupun sebenernya anak saya bukan sepenuhnya disebut HS karena saya tetap mengikuti kurikulum sekolah sebelumnya dan aktif berkomunikasi jarak jauh dengan guru-gurunya
.
4.       Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut

Terhadap diri sendiri, kembali lagi harus benar-benar ikhlas dan membersihkan jiwa dari hal-hal buruk agar ilmu bisa masuk ke dalam hati. Terus semangat dan jangan pernah berputus asa. Mencari berkah ilmu dengan mencari keridhaan guru. Contohnya tidak asal copy-paste  tanpa mencantumkan sumber. Terakhir, jangan lelah mencari sumber ilmu tapi tetap menyaring informasi yang kita dapatkan.

Salam Ibu profesional
-Fia-

Sabtu, 04 Juni 2016

Ramadhan tahun ini

Ramadhan pertama kali kami di Bekasi. Sebenar nya, saya paling tidak semangat menyambut Ramadhan tahun ini. Kosong dan hampa rasanya. Malah, sejak iklan sirup dan sarung itu mulai berseliweran di TV, hati saya makin sesak, air mata tak tertahankan, benar-benar pedih rasanya. Masih lekat di ingatan, sahur dan buka puasa pertama tahun lalu, kami lalui di Rumah Sakit. Ummi yang semangat shalat tarawih di tengah kondisinya yang sangat lemas, Ummi yang terbangun saat saya dan abba sahur dan keukeuh maksa mau ikut sahur dan puasa. Dan, Ummi yang akhirnya kembali ke Sang Pemilik Raga di 3 Ramadhan tahun lalu. Bahkan menuliskannya pun jari saya masih bergetar. Hal-hal itu membuat euforia Ramadhan kali ini rasanya sama sekali tak ada di rumah kami, yang ada masing-masing kepala malah lebih banyak diam, entahlah apa memikirkan hal yang sama.

Tapi saya menyadari satu hal, bulan-bulan terakhir ini ibadah saya menurun drastis, one day one juz saya mulai bolong-bolong, dhuha dan tahajjud yang tidak konsisten lagi, hafalan surah yang tidak maju-maju, puasa senin-kamis yang mungkin hanya sebulan 2x, hikkksss, belum lagi dosa lisan saya pada Ayah dan Suami, Subhanallah, Astagfirullah al adzim, ampuni hamba ya Rabb. Tiba-tiba saya merinding tak ada lagi hari esok untuk saya, tak ada lagi doa anak sholeh yang menjadi amal jariyah Ibu saya di sana, hikss,, Astagfirullah al adzim. Terbayang juga salah satu kata bijak yang pernah saya baca di Medsos, ada seseorang yang ingin taubat dan hijrah keesokan paginya saat ia terbangun tetapi Allah SWT memanggilnya malam ini. Ya Allah, kembali dekatkan aku padaMU ya Rabb, aamiin.

Saya adalah orang yang sangat target oriented. Tipe orang yang suka menuliskan target dan resolusi dan menchecklistnya saat target itu tercapai. Karena itu, sebagai ajang kembali mendekatkan diri padaNYA, biarlah malam ini, malam terakhir di Bulan Sya'ban, seakan-akan menjadi titik balik saya kembali,menjadi titik 0 saya menuju angka sempurna 100 seperti nilai di sekolah-sekolah :)

1. Sholat wajib di awal waktu saat aszan selesai bwekumandang, plus Sholat sunnah rawatibnya. No excuse
2. Khatam Qur'an minimal 2 kali
3. Dhuha dan tahajjud konsisten tiap hari
4. Muroja'ah hafalan dan kembali menghafal Juz 30, minimal 5 surah, semoga bisa selesai, aamiin
5. Infak/Sedeqah tiap hari walau nominalnya kecil. Memberi buka puasa pada 1 fakir miskin lebih utama.
6. Manajemen mengelola emosi lebih baik. (Ini sungguh PR berat)
7. Menghadiri majelis ilmu minimal seminggu sekali, menuliskan ilmu yang didapatkannya di sini
8.perbanyak zikir. Selalu hiasi lusan dengan Zikir.
9. Menghindari ghibah. Saat ghibah jauh lebih mudah dilakukan secara online saat ini. *sight -_-
10. Tidak membuang-buang waktu dengan hal-hal useless. Contohnya chatting atau online kelamaan. Tontonan TV yang kurang bermanfaat. Membuat lagi jadwal harian di Bulan Ramadhan (PR!).
11. I'tikaf. Ini benar2 impian kami tapi belum pernah terlaksana, mulai dari anak masih kecil, sampai ada saja halangannya. Semoga Tahun ini bisa tercapai. Aamiin...

Yang terpikir malam ini hanya 11 poin ini, mungkin ada yang bisa menambahkan kegiatan positif lainnya?

Oiya, untuk kegiatan anak selama ramadhan, saya akan tuliskan  posting tersendiri nanti, kebetulan Tahun ini bisa dibilang full liburan jadi bisa lebih berkreasi kegiatan-kegiatannya.

Bismillah,, mari membangun sikap positif menyambut bulan istimewa ini, bahkan Nabi Muhammad SAW saja sudah berdoa 2 bulan sebelum datangnya Ramadhan
" Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban dan berkahilah kami di bulan Ramadhan" (HR Ahmad 2228)

Juga diriwayatkan dari abu hurairah radhiyallahu 'anhu, katanya: Rasulullah shollallahu 'alaih wasallam bersabda: "apabila tiba bulan Ramadhan, dibuka pintu-pintu Syurga dan ditutup pintu-pintu Neraka serta syaita-syaitan dibelenggu." (HR Muslim 1793)

Semoga kita dimasukkan Allah Swt ke dalam golongan para pencari kebaikan di bulan Ramadhan, bahkan sepanjang usia kita. Dijauhkan dari golongan pencari keburukan, aamiin allahumma aamiin

Marhaban ya Ramadhan

Kamis, 26 Mei 2016

Inside my freezer (manajemen belanja & masak mingguan)

Malam ini mau nulis topik emak-emak banget, mumpung abis belanja mingguan. Jadi, semenjak pindah ke Bekasi, isi kulkas saya jadi berubah total. Setelah sebelumnya di surabaya, kulkas saya selalu kosong atau minim isi, paling isinya cuma bahan kue, karena apa? Karena pasar yang lumayan lengkap letaknya pas di ujung gang rumah kontrakan, jadi, lauk, buah, sayuran, dibeli fresh daily. Bahkan saking dekatnya, dalam sehari saya bisa 3 kali bolak-balik pasar, belum hitungan mengutus anak juga kalo ada yang kelupaan dan saya udah rempong di dapur.

Di Bekasi, isi kulkas saya selalu penuh :) . Walaupun ada juga pasar yang dekat, tapi mobilitas suami yang sudah harus berangkat maksimal jam 6.30 pagi mengharuskan saya memasak subuh, dan menyiapkannya bahan-bahannya malam sebelumnya. Awalnya, beghh,, rempong, terseok2, keringetan, takut belom matang dan sudah harus masuk kotak bekal. Tapi, makin kesini, everything is running smoothly and better.

Tipsnya, saya belanja lauk dan sayur non dedaunan seminggu sekali. Kali ini saya bahas isi freezer dulu ya. Di freezer saya selalu ada minimal 6 kotak lauk. Kenapa cuman 6, bukannya seminggu ada 7 hari? Karena lauk di hari belanja kan gak usah masuk freezer :) . Minggu ini isi freezer saya seperti di gambar, pokoknya rulesnya jangan sampai ada lauk yang berulang dalam seminggu itu. Oiya, salah satu rutinitas saya adalah membuat list menu buat 15 hari, dan tetep diusahakan jangan sampai ada lauk atau sayur yang berulang. Membuat list menu begini, selain memudahkan buat belanja, juga bisa buat mengatur budget belanja bulanan loh, dengan 155 ribu rupiah, saya sudah bisa membeli daging ½ kg, ayam ½ ekor, cumi ½ kg, udang ½ kg, ikan kembung 1kg, ikan bawal 1 kg. Lauk seperti itu sudah sangat cukup buat menu kami seminggu. Jadi, buat minggu ini, menu kami seperti ini;
Minggu : udang goreng tepung + sayur capcay + sambal botolan
Senin : ikan goreng balado + sayur labu siam kacang ijo santan + sambel bajak
Selasa : cumi masak hitam + sayur bening + tempe goreng
Rabu: bawal bakar bumbu + sambal dabu-dabu + tumis kangkung
Kamis : ayam ala kfc + sayur sop
Jumat : kari daging kentang
Sabtu: ikan goreng + gulai kacang panjang + sambal mangga

Untuk sayuran seperti wortel,kentang, buncis, yang bisa tahan berhari-hari saya malah beli per 2 mingguan, sedangkan sayur dedaunan saya beli tiap hari sepulang mengantar anak sekolah, atau di pasar malam dekat rumah.Budget untuk sayur, maksimal 5 ribu rupiah perhari. Manajemennya, lauk setiap ba'da maghrib saya keluarkan dari freezeer, kemudian saat mau tidur saya masukkan kembali ke kulkas bawah. Bumbu seperti duo bawang memang sudah dikupas perminggu, saya pernah menyetok bumbu dasar, tapi kurang suka karena rasanya tidak fleksibel, lagian, menyiapkn bumbu gak lama kok, apalagi kalau ada blender, walaupun di list menu diatas, apa sih yang butuh di blender, hanya bumbu kari ;) . ba'da subuh, saya mulai mengulek bumbu, dan bertempur di dapur, percayalah, selain kari, dalam setengah jam, 2 menu diatas sudah siap :) . sayurnya saya sudah potong/petik tiap malam sambil nonton, jadi memang tinggal di rebus atau tumis.

Oiya, bisa diliat, selain lauk mingguan,isi freezer saya ada bakso, nugget, whipcream dan cream cheese. Bakso dan nugget homemade tanpa MSG tentu saja, kalau itu dibuat bulanan setiap abis gajian ;) .

Jadi, menyiapkan dan memasak tiap hari tidak susah bukan, ini tentu bisa diterapkan buat working mom, hal pertama yang paling penting memang niatt dan tekad yang kuat sih, and everything will follow easily ;) . Selain jauh lebih hemat, tentu jauh lebih sehat dan menyenangkan loh rutinitas seperti ini :)

Rabu, 25 Mei 2016

Holla Blog :)


Wow... My last posting was in October 2012. Almost 4 years ago. Started with my laptop had been stolen. Then, internet connection in Palu was so bad. I lost my spirit to write, I forgot one thing that writing is one way of my self healing.

More than three years, of course there were so many things happened. Joy, laugh, fear, sadness, even tears (and suddenly remember inside out movie :D ). I had moved to another island, another place, twice from my last posting at Palu. I lost my biggest motivator, the most trusted sharing person, my Mom was dead June, last year. Finally, Alhamdulillah, We have our own house after almost nine years of marriage, hi hi. Well, I’ll try to memorize the detail of some unforgettable memories and write those in other posts.

Now, Bismillahirrohmaanirrohiim…sweep and mop not only dust but also spider web everywhere :D , note every special moment, and let’s save the memories again :)